SaMarinDa.Linux.Or.id
Situs samarinda.linux.or.id bertujuan agar dapat dimanfaatkan oleh para pengguna Linux untuk menggali informasi teknis dan non-teknis mengenai Linux dalam Bahasa Indonesia, selain itu situs ini juga diharapkan dapat menjadi ajang pertukaran ilmu dan informasi antar sesama anggota komunitas pengguna Linux di Samarinda, khususnya di Kalimantan Timur.
Wajah Baru Ubuntu
Ubuntu berganti wajah ? ya mulai release berikutnya yaitu Ubuntu 10.04 code name Lucid Linx, ada sedikit perubahan pada ubuntu, khusus nya bagian artwork nya, mulai dari Logo Ubuntu, Logo Komunitas, Tema, Boot Splash, Sampai Template website Ubuntu.com pun ikut berubah
Berikut ini tampilan beberapa screenshoot yang di dapat dari berbagai sumber prikitiwww...
Logo Baru Ubuntu

Logo-Logo Komunitas

Manajemen Paket dengan YUM
Mendengar kata YUM mungkin sedikit asing bagi pengguna Linux Debian Base, seperti ubuntu dan semua turunannya. YUM (Yellowdog Updater Modifier) adalah paket manajemen open source berbasis command line yang menghandle file-file RPM, biasanya secara default terinstall pada distro-distro redhat base, seperti CentOS, Fedora dan kawan-kawannya :D.
Penggunaan yum sebenarnya tidak jauh berbeda dengan apt-get pada sistem debian base berikut contoh-contoh command dalam penggunaan yum.
File Server Samba untuk semua User
Tulisan tentang file server samba ini adalah konfigurasi untuk semua user, artinya semua user dalam jaringan bisa mengakses file yang ada di server linux dan tidak ada autentikasi pemakai (user authentication)
Dalam tulisan ini saya memakai distro Ubuntu Server 9.04, untuk distro lain bisa menyesuaikan perintahnya.
1. Install Paket Samba
$ sudo apt-get install samba
2. Keluarkan posisi kursor ke root "/"
$ cd /
3. Buat direktory untuk penampungan file sharing
$ sudo mkdir sharing
4. Buka file smb.conf
$ sudo pico /etc/samba/smb.conf
lalu isi dengan script berikut pada baris paling bawah
Pandawa, Mirror / Repository FOSS Baru IPB
Beberapa waktu yang lalu ketika saya membuka email ternyata ada pemberitahuan di mailliing list APJCI bahwa telah lahir Mirror / Repository FOSS (Free Open Source Software) baru. Repository ini merupakan persembahan dari Institut Pertanian Bogor untuk gerakan FOSS di Indonesia. Server ini terletak di Ruang Server DKSI IPB dan dipelihara secara rutin oleh DKSI IPB.
Dengan lahirnya Mirror / Repository Pandawa ini dapat menjadi alternatif dan melengkapi sekian banyak Mirror / Repository FOSS Indonesia yang telah ada. Anda dapat mengakses Mirror / Repository Pandawa melalui alamat http://pandawa.ipb.ac.id.
Ubunchu 4 – The Three Bunnies
Aduh… sepertinya saya terlambat membuat postingan ini. Namun ya sudah lah lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Melanjutkan cerita ubunchu sebelumnya di- :
Kini ubuchu kembali hadir melalui chapter 4 dengan kisah 3 kelinci (The Three Bunnies). Bagi pengemar dan pecinta Ubuntu tentu tidak akan melewatkan ubunchu chapter 4 ini.
Ubuntu Pocket Guide and Reference
The PDF Edition of Ubuntu Pocket Guide and Reference is available entirely free of charge. It is practically identical to the Print Edition. You can get it by clicking one of the links below.
sms akademik
Lagi-lagi telat, ini adalah sms gateway akademik yang sangat simple yang aku buat dengan menggunakan :
- Ubuntu 8.04
- Apache
- PHP
- MySQL
- gammu
- modem huawei e220
dibawah ini adalah screenshot sms gateway akademik yang aku buat
Linux Mint 8 Helena Released
Kini LinuxMint 8 dengan code name Helena telah resmi dirilis dan hadir kembali untuk menemui penggunanya dengan fitur-fitur terbaru tentunya. Linux Mint 8 hadir dengan berbagai desktop evironment yaitu versi Gnome, KDE, Fluxbox dan KDE64.
Konfigurasi Linux Debian menjadi DNS Server
Pertama Lakukan instalasi bind9
# apt-get install bind9
ada 3 file penting pada konfigurasi DNS yaitu db.127, db.local, dan named.conf
semua file tersebut ada di direktory /etc/bind
dalam tutorial ini saya memakai IP. 200.50.50.1 yang akan di resolv menjadi nama domain.
okelah kalau begitu, kita mulai :)
masuk ke direktory /etc/bind
#cd /etc/bind
salinlah file db.127 menjad file dgn namai 200 (dari mana 200)
200 adalah hanya sebuah nama file, saya ambil dari oktet pertama IP Address yang sudah di tentukan. by the way, inilah perintahnya
#cp db.127 200
lalu ganti nama file db.local menjadi nama domain yang kita tentukan








Recent comments
6 days 16 hours ago
4 weeks 3 days ago
4 weeks 3 days ago
5 weeks 15 hours ago
5 weeks 5 days ago
10 weeks 6 days ago
12 weeks 3 days ago
15 weeks 2 days ago
15 weeks 2 days ago
17 weeks 6 days ago